YOGYAKARTA – Program Studi Penciptaan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bersiap kembali menggelar agenda akademik-artistik tahunan yang paling dinanti. Kali ini, sebuah pergelaran megah bertajuk “KALA” akan resmi disajikan sebagai panggung pembuktian bagi para mahasiswa tingkat akhir untuk mempresentasikan karya-karya orisinal mereka ke hadapan publik.
Konser Tugas Akhir ini bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan akademis, melainkan sebuah ruang selebrasi kreativitas yang mempertemukan berbagai gagasan artistik yang mendalam. Melalui proses kontemplasi yang panjang, mahasiswa-mahasiswa Penciptaan Musik ISI Yogyakarta berhasil merumuskan ide, emosi, dan fenomena sosial ke dalam bentuk komposisi musik yang impresif dan penuh eksplorasi.
Semangat pergelaran ini kian terasa mendalam dengan diangkatnya kutipan legendaris dari maestro musik klasik dunia, Wolfgang Amadeus Mozart:
“Dann steht meine Seele berter Flamme, und das Stück ist beendet.” (Lalu jiwa ini menyala, dan karya pun utuh.)
Kutipan tersebut menjadi landasan spirit utama yang melatarbelakangi tajuk “KALA”. Konser ini merepresentasikan momen ketika jiwa para komposer muda menyala secara total, sehingga melahirkan karya musik yang utuh, jujur, dan berkarakter. Seluruh gagasan tersebut nantinya dipentaskan secara apik ke dalam berbagai format pertunjukan musik yang variatif, mulai dari format ansambel kecil, eksperimental, hingga sajian format orkestra besar.
Konser ini akan menampilkan deretan karya orisinal dari para mahasiswa penciptaan musik berbakat (Line Up):
Adi | Enos | Rocky | Herdy | Ian | Michael | Steven | Yedija | Lyris | Gerva | Muttaqin | Gres
Semoga pagelaran ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, kritikus musik, praktisi industri kreatif, serta para pencinta seni pertunjukan di Yogyakarta dan sekitarnya terutama bagi yang ingin menyaksikan lahirnya karya-karya musik baru generasi masa depan Indonesia.




